Larangan Perayaan Natal & Tahun Baru

Keputusan mengejutkan diambil Pemerintah Sierra Leone. Negara di Benua Afrika ini memutuskan untuk melarang perayaan natal dan tahun baru.

Hal ini diambil karena Sierra Leone merupakan salah satu negara yang warganya paling banyak terjangkit wabah ebola. Tidak main-main, pemerintah bahkan berencana menempatkan militer di jalanan agar warganya mematuhi peraturan ini.

Kami harus menghentikan seluruh perayaan yang sudah menjadi tradisi. Tetapi bisa dilanjutkan di lain waktu, menurut Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma, seperti dikutip dari Breitbart.

Keputusan Presiden Koroma ternyata mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah dari Tim SAR Sierra Leone.

“Kami harus memastikan setiap warga harus ada di rumahnya masing-masing untuk merefleksikan masalah Ebola.”

Ebola menjadi masalah besar di Sierra Leone dan beberapa negara Afrika Barat. Bahkan di Sierra Leone saja dalam tiga pekan terkahir telah ditemukan kurang lebih 1.300 kasus baru Ebola.

Lebih menyedihkan lagi, semenjak kasus tersebut muncul pada Maret awal tahun ini, jumlah warga dunia yang tewas sangat banyak. Data terakhir menyebut ada 8.000 orang di seluruh dunia yang tewas akibat ebola.