70 Lampion di Lovely Desember Toraja

Program “Lovely December” di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditargetkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus memobilisasi wisatawan domestik (wisdom) pada penghujung 2014.

Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Tazbir menyatakan Lovely December digelar puncaknya pada 27 Desember 2014 di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja, dengan menampilkan karnaval budaya Toraja yang diawali dengan Fashion On The Street.

Sebelumnya pada 26 Desember 2014 digelar festival dangdut dan jazz konser dari Korea Selatan serta dimeriahkan dengan pelepasan 70 lampion sebagai tanda Lovely December ke-7 dan diakhiri dengan pesta jembatan api.

Tana Toraja merupakan salah satu tempat konservasi peradaban budaya Proto Melayu Austronesia yang masih terawat hingga kini, sehingga pemerintah Indonesia mengajukan kawasan wisata di Sulawesi Selatan ini ke UNESCO untuk menjadi situs warisan dunia sejak 2009.

“Keeksotisan Tana Toraja ini telah banyak mengundang wisatawan untuk berkunjung�ke tempat yang terkenal dengan pemakaman Rambu Solo dan upacara mayat berjalan Ma-Nene yang berlangsung tiga tahun sekali ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Meski memiliki kelimpahan sumber daya alam seperti kopi, masyarakat Tana Toraja juga menjalani hidup dalam kesederhanaan, karena mereka meyakini hidup adalah untuk mempersiapkan kematian.

Hingga 2013, Dinas Pariwisata Kabupaten Tana Toraja mencatat jumlah kunjungan wisman ke wilayah itu melonjak 30 persen menjadi sebanyak 19.324 orang dibanding 2012. Bahkan kunjungan wisatawan domestik pada 2013 meningkat tajam lebih dari 100 persen yaitu sebanyak 42.319 orang dibandingkan 2012.

Lovely December merupakan agenda pariwisata di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan H Jufri Rahman mengatakan tahun ini pementasan seni menggunakan media bambu menjadi pilihan. “Bambu, begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja. Kreativitas masyarakat Toraja dalam pemanfaatan bambu tidak terbatas untuk hal-hal tertentu,” katanya seperti dikutip Antara.

Bambu juga digunakan untuk atap Tongkonan dan Alang (lumbung), digunakan untuk membuat suke dan digunakan sebagai wadah untuk minuman atau wadah untuk memasak makanan tradisional pa’piong, dibuat menjadi alat musik dan juga sebagai bahan utama pembuatan lantang (pondokan) pada saat upacara adat rambu solo’ dan rambu tuka’.

Selain itu bambu dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Toraja sehingga tidak mengherankan jika bambu diangkat menjadi tema Lovely December 2014 yaitu I Love Bamboo.

Untuk meramaikan acara Lovely Desember dihadiri oleh 13 Duta Besar, dengan target pengunjung 6.000 orang baik dari wisman maupun wisdom. Sebanyak 13 dubes itu antara di Makale, Tana Toraja, 27 Desember antara lain, Laos, Belanda, Australia, Swiss, Afrika Selatan, Kroasia, Argentina, Solomon, Kazastan, dan Yordania.

sumber : jurnas