Indonesia Pemegang Rekor Dunia Kabinet

Pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana memberikan penghargaan kepada Pusat Data Bisnis Indonesia, karena telah menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia pernah memiliki kabinet 100 menteri.

Bahkan Jaya pun mengatakan ini bukan hanya rekor Indonesia, tetapi juga rekor dunia. Kabinet 100 menteri ini hanya bertahan 32 hari.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa beberapa waktu lalu mengatakan, Indonesia pernah memiliki kabinet dengan 132 menteri. Itu terjadi pada masa Kabinet Dwikora II.

“Kita pernah memiliki 132 menteri pada Kabinet Dwikora II, yang memulai awal kerja pada 24 Februari 1966 – 28 Maret 1966. Pimpinan kabinetnya Ir Soekarno,” kata Agun saat bedah buku berjudul “19 Kementerian Negara, Sebuah Pemikiran” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam buku yang ditulis Agun Gunanjar itu dijelaskan tentang sejarah perkembangan kabinet. Kabinet pertama diberi nama Kabinet Presidensial yang dilantik pada 5 September 1945 oleh Presiden Soekarno.

Kabinet ini berjumlah 19 menteri yang efektif bekerja hanya sekitar tiga bulan, mulai 2 September 1945 sampai 14 November 1945. Kabinet Presidensial diganti dengan Kabinet Sjahrir yang berlangsung selama tiga tahap. Tahap pertama, mulai 14 November – 12 Maret 1946 dengan 17 menteri.

Tahap kedua, 12 Maret 1946-2 Oktober 1946 dengan 25 menteri. Tahap ketiga, pada 2 Oktober 194603 Juli 1947 dengan 31 menteri.
Kabinet Sjahrir diganti dengan Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, lalu kabinet Hatta I dan II.

Pada masa demokrasi parlementer mulai 1950-1959, ada tujuh kabinet yang dibentuk yakni Kabinet Natsir (1950-1951), Kabinet Sukiman Suwirjo (1951-1952), Kabinet Wilopo (1952-1953), Kabinet Ali Sastroamidjojo (1953-1955), Kabinet Burhanuddin Harahap (1955-1956), Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957), dan Kabinet Djuanda (1957-1959).

Pada era demokrasi terpimpin mulai 1959-1966, ada 9 kabinet dengan pimpinan kabinet adalah Ir Soekarno yang saat itu menjabat Presiden RI. Pertama, Kabinet Kerja I mulai 10 Juli 1959-18 Februari 1960 dengan jumlah 33 menteri.

Kedua, Kabinet Kerja II pada 18 Februari 1960-6 Maret 1962 dengan 40 menteri. Ketiga, Kabinet Kerja III mulai 6 Maret 1962-13 Desember 1963 dengan 60 menteri. Keempat, Kabinet Kerja IV mulai 13 November 1963-27 Agustus 1964 dengan 66 menteri.

Kelima, Kabinet Dwikora I mulai 27 Agustus 1964- 22 Februari 1966 dengan 110 menteri. Keenam, Kabinet Dwikora II mulai 24 Februari 1966 – 28 Maret 1966 dengan 132 menteri.

Ketujuh, Kabinet Dwikora III mulai 28 Maret 1966-25 Juli 1966 dengan 79 menteri. Kedelapan, Kabinet Ampera I mulai 25 Juli 1966-17 Oktober 1967 dengan 31 menteri. Kesembilan, Kabinet Ampera II mulai 17 Oktober 1967-6 Juni 1968 dengan 24 menteri.

Pada era Orde Baru, Presiden Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan I-VII dengan jumlah menteri mulai 24 sampai 44 menteri.

Hal-Hal Keliru

Soal Kabinet 100 menteri, Jaya Suprana mengatakan, penyadaran ini penting agar kita dapat memperbaiki hal-hal yang keliru dan salah.
PDBI, lanjutnya telah menunjukkan kekeliruan dalam sejarah Indonesia sehingga menunjukkan adanya 100 menteri kabinet dalam pemerintahan.

“PDBI telah mengingatkan kita bahwa dalam sejarah kita pernah memiliki 100 menteri kabinet, yakni pada pemerintahan Soekarno. Kabinet 100 menteri bukan hanya rekor Indonesia, tetapi juga rekor dunia,” tuturnya.

Jaya mengungkapkan bahwa kabinet 100 menteri ini hanya bertahan 32 hari. Menurutnya, PDBI tentunya mengingatkan bangsa Indonesia supaya tidak keliru lagi membangun kabinet hingga sampai 100 menteri.

Piagam penghargaan dari MURI ini langsung diterima oleh pendiri dan ketua PDBI Christianto Wibisono. Dalam acara ini, Christianto memaparkan hasil kajian PDBI terkait kabinet Jokowi-JK. Menurut PDBI, kabinet Jokowi-JK cukup memiliki 17 kementerian.

sumber : sp.com