PesonaEdu Ciptakan Software Konten Pendidikan

ntuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi saat ini, PesonaEdu bersama Intel, meluncurkan digital education solution.

Sebuah produk berupa software dengan menggunakan aplikasi IES (Intel Education Software).

Keunggulan 3 komponen utama yang dapat difungsikan yakni dengan melibatkan siswa, memberdayakan pendidik, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran.

“Kami menciptakan software konten pendidikan hasil kreasi anak negeri, yang bisa diaplikasikan di semua gadget atau device yang ada dipasaran,” kata Hary Sudiyono, Marketing Director PesonaEdu Indonesia, di Jakarta dari siaran tertulisnya Kamis (27/3).

Sebelumnya, PesonaEdu menciptakan software matematika dan sains. Saat ini, juga sudah diluncurkan software untuk bahasa Inggris dengan nama amazing English, hasil kolaborasi Marshall Cavendish Online Singapore dengan PesonaEdu Indonesia.

Software PesonaEdu untuk matematika dan sains, telah digunakan di lebih dari 70% Primary School di Singapura dan di negara-negara yang memiliki reputasi dibidang pendidikan seperti Korea, Belanda (lebih kurang 1900 sekolah), Jepang dan Malaysia.

Menurut Hary, software yang diciptakan PesonaEdu ini sudah dipasarkan keluar negeri sejak tahun 2009 lalu.

Saat ini, persaingan dalam memasarkan software seperti ini semakin ketat, dengan banyaknya pemain-pemain baru yang berasal dari negara lain.

Di Indonesia sendiri, kebanyakan pengguna software ini berasal dari sekolah-sekolah negeri/pemerintah. Walau ada juga sekolah swasta yang menggunakannya.

Adapun untuk kontenyang ditawarkan, dikemas berbahasa Inggris, mencakup bidang studi matematika, IPA (Fisika dan Kimia juga Biologi), dan bahasa Inggris.

Kini, software juga disediakan untuk kalangan individual/pribadi seharga Rp 100 ribu. Sedangkan untuk sekolah-sekolah harganya Rp 4 juta.

“Bisa untuk individu dan sekolah. Kalau mengunduh (download) dari internet, membawar Rp 5000/bulan dan bisa diperpanjang lagi,” urai dia.

Ia menambahkan, saat ini sekitar 10 ribu sekolah (dari SD – SMA) di Indonesia sudah melakukan kerjasama dengan PesonaEdu untuk penggunaan software ini, dalam kegiatan belajar siswa. Padahal, kondisi ini hanya 4% saja dari total 250 ribu sekolah (SD-SMA) yang ada di Indonesia.

“Bantuan pemerintah sangat diperlukan, mengingat pentingnya software ini dalam kegiatan belajar serta mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong masa depan,” tutup dia.

sumber : SP