Ketua KPU Diduga Bawa Lari Rekapitulasi Suara 6 Distrik

Ketua KPU Sarmi Pdt Yosep Twenty. S.Th, bersama salah seorang anggota komisioner KPU Sarmi, sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya, menyusul yang bersangkutan diduga membawa lari hasil rekapan Panitia Pemungutan Distrik (PPD) dari enam distrik Kabupaten Sarmi. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Papua Pdt Robert Horik kepada wartawan, Senin (28/4).

Namun menurutnya data hasil rekapitulasi enam distrik itu sudah dibawa kembali ke Sarmi. Akan tetapi dua anggota lainnya terus melanjutkan perjalanan ke Jayapura.

“Peristiwa kejadian ini terjadi pada hari Sabtu (26/4). Kemudian pada hari Minggu (27/4), saya sudah berkoordinasi dengan Polda. Kemudian kita sudah perintahkan anggota Bawaslu Ibu Peggy untuk ke Sarmi mengecek hal itu. Tadi pagi informasi yang diperoleh, beliau masih di Sarmi dan masih klarifikasi mengenai masalah ini,”terang Pdt Robert.

Diakuinya memang ada informasi bahwa Ketua KPU Sarmi sudah ditangkap. Akan tetapi pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai penangkapan itu. “Persoalannya hasil rekapan tingkat kabupaten itu mau dibawa keluar Sarmi. Akan tetapi sampai di Bonggo dicegat oleh polisi dan data itu dibawa kembali,”terangnya lagi. Namun dari informasi yang didapat dari anggota Bawaslu, Peggy, hari Selasa besok. KPU setempat akan rekapitulasi di Sarmi.

Tetapi prosesnya akan diklarifikasi oleh Bawaslu. Ditegaskan oleh Pdt Robert hal ini jelas merupakan pelanggaran pemilu. Mengapa sampai surat suara itu dibawa lari. Akan tetapi pihaknya belum mengetahui ada indikasi apa, sampai hasil rekapan itu dibawa lari oleh ketuanya sendiri. Hasil klarifikasinya lengkapnya baru akan diberitahu, sekembali anggota Bawaslu dari Sarmi.

Mencuri Dokumen Negara
Sementara itu ditempat yang sama, anggota komisioner KPU Tarwinto mengakui perbuatan yang dilakukan oleh Ketua KPU Sarmi itu. hasil rekapitulasi di enam distrik, diambil tidak sepengetahuan anggota yang lain dan tidak dilakukan pleno.

“Ada enam distrik yang diambil tidak sepengetahuan dan tidak pleno lah. Jadi tiga anggota KPU Sarmi yang lain tidak tau kalau dokumen itu dibawa keluar dari kantor. Terus kemudian informasinya sudah dilapor kepada pihak kepolisian dan mereka ditangkap di Bonggo dan diamankan. Dokumennya juga diamankan oleh pihak kepolisian di wilayah Bonggo,”paparnya.

Akan tetapi sampai dengan hari ini pihak KPU Provinsi belum mengetahui apakah dokumennya sudah dikembalikan ke Sarmi ataukah belum.

“Dua anggota itu kita minta kembali ke Jayapura, untuk melakukan proses dibawah. Nanti proses hukum selanjutnya kita serahkan kepada pihak kepolisian. Karena hal itu termasuk mencuri dokumen Negara yakni rekapan PPD di enam distrik,”terangnya.

Masih menurut Tarwinto, seharusnya hari Sabtu lalu KPU Sarmi, sudah melaksanakan pleno. Akan tetapi yang terjadi malah hasil rekapitulasi di bawa lari. “Kalau yang namanya dokumen resmi yang dibawa keluar kantor secara resmi itu harus ada pleno. Walaupun dia itu ketua KPU sendiri. Akan tetapi kalau tidak seijin pleno kan tidak boleh keluar,”terangnya.

Menurut Tarminto yang bersangkutan membawa keluar dari kantor artinya pengetahuan tiga anggota yang lain tidak mengetahui akan dibawa keluar.

KPU Papua akan melihat apakah hasik rekapitulasi enam distrik itu dibawa lari karena ada pertimbangan lain.

Seperti diketahui lima anggota KPU Sarmi dilantik pada hari Sabtu malam tanggal 15 Maret. Anggota KPU Sarmi diantaranya Bitsael Marau, Marhun Lapoando SE, Ferdinamd F. Yawan, Odi Y. Demetouw. S.Sos dan Pdt Yosep Twenty. S.Th.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan aparat kepolisian Sektor Bonggo telah mengamankan dokumen rekapituasli enam distrik di Kabupaten Sarmi. Akan tetapi Ketua KPU Sarmi Pdt Yosep Twenty S.Th tidak diamankan, karena tidak ada laporan tertulis dari Panwas untuk dilakukan tindak pidana kepada yang bersangkutan.

sumber : SHNews