Enam PPLN Rampungkan Pileg Di Luar Negeri

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengatakan, pemungutan suara pemilu anggota DPR di luar negeri telah rampung dilaksanakan di enam Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN), Minggu (30/3).

Selain menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN), sebagian warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri menggunakan hak pilihnya lewat pos.

“Enam PPLN yang telah rampung menyelenggarakan pemungutan suara tersebut yakni PPLN Beijing, PPLN Shanghai, PPLN Hongkong, PPLN Kopenhagen, PPLN Santiago Chile, dan PPLN Brazil,” ujarnya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (31/3).

Husni menambahkan, waktu pemberian suara di luar negeri lebih panjang dibanding di dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan, tidak semua WNI di luar negeri bertempat tinggal di dekat TPSLN yang telah disiapkan.

Ditambahkan, pemungutan suara di PPLN KJRI Shanghai dilaksanakan pukul 09.00 pagi waktu setempat dan berakhir pada pukul 18.00 di kantor KJRI Shanghai dengan jumlah pemilih di PPLN Shanghai tercatat sebanyak 1.859 orang.

Dalam perencanaan awal, sebanyak 1.103 pemilih akan menggunakan hak pilihnya di TPSLN dan 756 pemilih memilih lewat pos. Namun pemilih yang hadir di TPSLN sebanyak 238 orang.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, untuk pemungutan suara lewat pos, PPLN telah mengirimkan surat suara ke alamat setiap pemilih pada Senin, (31/3).

Ditambahkan, hasil pemungutan suara di TPSLN telah dimasukkan kembali ke dalam kotak suara dan menyimpannya di kantor PPLN dengan pengawasan CCTV 24 jam.

“Untuk pengutan di TPSLN, kotak suara akan dibuka dan surat suara akan dihitung bersamaan dengan pelaksanaan pemungutan suara di dalam negeri pada tanggal 9 April 2014. Sedangkan untuk rekap di PPLN dijadwalkan 10-15 April termasuk untuk hitung dari pos dan dropbox,” jelasnya.

Oleh karenanya, Ferry menegaskan, KPU belum bisa menghitung partisipasi pemilih secara keseluruhan di PPLN Shanghai karena masih harus menunggu respons terhadap surat suara yang telah dikirim lewat pos.

Sementara di PPLN Beijing dari 1.197 pemilih yang tercatat dalam DPT, sebanyak 423 pemilih menggunakan hak pilih di TPSLN. Petugas PPLN juga menerima 49 kertas suara yang dikumpulkan tim drop box dari Kota Tianjin.

“PPLN masih menunggu 380 kertas suara yang dikirim melalui pos dari para pemilih di berbagai kota di wilayah kerja PPLN di daerah tersebut,” tuturnya.

Untuk PPLN Hong Kong, dari 102.265 pemilih yang tercatat dalam DPTLN, sebanyak 5919 orang menggunakan hak pilih di 13 TPSLN di Vicpark dan 776 pemilih menggunakan hak pilih di dua TPSLN di Macau.

Petugas, kata dia, juga telah mengirim 16 ribu surat suara lewat pos sehari sebelum pemungutan suara kepada para pemilih yang telah mengkonfirmasi akan menggunakan hak pilihnya lewat pos.

“Sejumlah saksi dari partai politik peserta Pemilu tampak hadir mengikuti jalannya pemungutan suara. Untuk pertama kalinya Pemilu di luar negeri dilaksanakan di luar wilayah akreditasi negara Indonesia. Pemerintah Hong Kong dan Makau memberikan izin bagi Pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan Pemilu 2014 di wilayah publik negara tersebut,” tambahnya.

Pemungutan suara di Hongkong, terang Ferry diselenggarakan di Lapangan Victoria Parkyang, sementara pemungutan suara di Macau dilaksanakan Bundaran Sam Can Tang.

Sementara di Brasil, pemungutan suara juga dilaksanakan pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 286 orang.

“Pemilih yang menggunakan hak pilih secara langsung di TPSLN sebanyak 43 orang dan lewat pos sebanyak 243 orang,” ucapnya.

Sementara untuk PPLN di Santiago, Cile, pemungutan suara dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB. Sebanyak 114 orang akan menggunakan hak pilihnya secara langsung di TPSLN dan 47 orang melalui pos.

Pemungutan suara di PPLN Kopenhagen telah rampung dilaksanakan. Dari 508 pemilih yang terdaftar DPT, sebanyak 120 orang pemilih berencana memilih di TPS dan 388 memilih lewat pos.

“Kami meminta PPLN di sejumlah negara yang belum melaksanakan pemungutan suara mengoptimalkan semua saluran komunikasi untuk mengajak WNI menggunakan hak pilihnya di TPSLN atau lewat pos. Jaringan komunikasi formal dan informal harus dimaksimalkan. Jangan sampai ada WNI yang tidak menggunakan hak pilih karena tidak mendapatkan informasi hari dan tanggal pemungutan suara,” tegasnya.