‘Mahar’ Cawapres Jokowi Rp 10 Triliun?

Jelang Pemilihan Presiden politik ‘dagang sapi’ mulai terdengar. Politik transaksional pun sudah dicium berbagai kalangan, terutama setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, dicapreskan. Sejumlah orang berebut dan ‘kebelet’ ingin menjadi calon wakil presiden Jokowi. Disebut-sebut, untuk keperluan itu, mereka yang didukung para cukong menyiapkan dana Rp7 sampai Rp10 trilun.

Sejumlah pengamat politik dan aktivis yang dihubungi Harian Terbit, kemarin, mengaku mendengar kabar itu.

“Ya saya mendengar ada tokoh tertentu yang bersedia membayar ‘mahar’ Rp7 – Rp10 triliun untuk menjadi cawapres Jokowi,” kata pengamat politik Adhie M Massardhie.

Hal sama disampaikan aktivis gerakan 77/78 Indro Tjahyono dan Hatta Taliwang. “Rumors yang berkembang menyebutkan ada sejumlah cukong yang mau ‘memaksakan’ jagonya menjadi pendamping Jokowi. Cerita itu berseliweran di kelas menengah Jakarta dan menjadi gunjingan di antara politisi berpengaruh di negeri ini.

“Kita segera merilis masalah ini, dan Anda (Harian Terbit, red) beruntung karena terlebih dahulu merilis soal politik ‘dagang sapi’ ini,” ujar Indro.

Saat ditanya siapa saja tokoh-tokoh yang mau disandingkan dengan Jokowi itu, dan siapa cukong dibelakangnya, Indro dan Adhie belum mau menyebutkannya. “Sabar ya mas, nama-nama itu segera kami rilis,” ujar Indro.