Ahok Dipersiapkan Jadi Gubernur?

Posisi Basuki Tjahya Purnama alias Ahok mulai ramai digadang-gadang bakal menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta menggantingak posisi Jokowi. Kabar itu pun ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Sebab selama ini beberapa tugas yang harusnya dilakukan oleh Jokowi justru sudah berangsur-angsur diambil alaih oleh Ahok. Jokowi pun sudah secara terbuka mengajak Ahok untuk mengikuti gaya blusukannya dengan menengok kondisi warga dari satu kampong ke kampong lainnya.

Ini adalah sinya jika Jokowi bakal segera menanggalkan jabatannya sebagai gubernur. Jokowi pun mengaku telah memberikan sejumlah masukan kepada Ahok. “Satu per satu (disampaikan),” kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (26/3).

Jokowi mengatakan, selama ini Ahok sudah saling mengetahui tugas masing-masing sehingga tidak perlu banyak masukan mengenai jabatan gubernur. “Kami sudah kerja bersama, satu setengah tahun bersama-sama. Apa yang saya ketahui, diketahui juga oleh Wagub. Semuanya kita terbuka,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan, selama ini, baik ia maupun Ahok sama-sama mendapatkan laporan tugas masing-masing. Dengan demikian, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Gubernur pun sudah dipahami oleh Wakil Gubernur.

“Apa yang dikerjakan Wagub, kita juga dapat laporan, seperti itu,” kata mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi juga mengaku sering mengingatkan Ahok untuk tidak mudah marah. Namun, Jokowi tidak melarang jika Ahok ingin marah kepada satuan kerja pemerintah daerah (SKPD).

“Sering. Gak apa-apa toh marah-marah dimasalahkan. Kan itu karakter. Gak apa-apa marah-marah tapi terkendali,” jelasnya.

Walaupun Ahok sering marah, Jokowi yakin politikus Gerindra itu bisa diterima menjadi Gubernur DKI jika dia menjadi presiden kelak.
Berdasarkan survei yang dilakukan, Jokowi mengatakan, 69 persen SKPD tidak bermasalah. “Ya dilihat saja yang disurvei tidak masalah 69 persen gak ada masalah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, merasa tidak perlu menjelaskan program-program yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Karena Ahok hanya tinggal melanjutkan apa yang sudah dimulai.

“Kalau program kan udah ada rencana sejak awal. Tinggal pelaksanaannya saja. Dimulai sudah ada, sedang proses sudah ada, terus yang belum ada juga, ya seperti itu, ya tinggal eksekusi. Tinggal melaksanakan,” tutupnya.

Sebelumnya, Ahok juga mengakui telah menerima beberapa wejangan dari Jokowi. Salah satunya ialah agar menekan emosinya karena marah-marah dianggap tidak efektif. Selain itu, Basuki juga diminta melanjutkan segala program kerja yang sudah berlangsung sejak awal pemerintahan Jakarta Baru.