Kampus UI Sasaran Peredaran Ganja?

Sebanyak 100 kilogram dari setengah ton ganja siap edar yang disita Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, ternyata sudah diedarkan.

Ganja itu selain di daerah Jakarta Barat, juga sudah diedarkan di sejumlah area kampus, termasuk Universitas Indonesia (UI).

Kepala Sub Unit I Subdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Dedi Suryadin menjelaskan dari sebanyak 550 kg ganja yang dipasok dari Aceh dan disimpan di sebuah rumah di daerah Cikupa, Tangerang, sebanyak sekitar 200 kg sudah dibawa dua tersangka berinisial AN dan AJ ke daerah Beji, Depok.

Dikatakan kedua tersangka yang berperan sebagai kurir itu sempat mengirimkan barang haram kepada pemesan di area kampus UI dan Universitas Pancasila (UP).

“Saat ditangkap Selasa (25/2) kemarin, kami amankan 84 kg ganja kering di kontarkannya di daerah Beji, Depok. Dari keterangan mereka, selebihnya ganja itu sudah dikirimkan ke UI dan UP,” ungkap Dedi kepada wartawan di Gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (27/2).

Dedi mengungkapkan, Kepada petugas, AJ mengaku sudah berulangkali mengirim barang haram ke kampus UI dan UP. Setiap mengirim barang ke kedua area kampus itu, AJ membawa enam kilogram ganja.

“Kalau di UI dan UP maksimal bisa membawa enam kilogram,” jelasnya.

Selain area Kampus UI dan UP, AJ dan AN mengantar barang ke lokasi lainnya dengan upah sebesar sekitar Rp 100.000 per kilogram.

Dalam sehari AJ dapat membawa hingga sekitar 40 kg ke tujuh lokasi berbeda. “Selain uang tunai, tersangka juga diberikan fasilitas berupa sepeda motor untuk mengantarkan ganja kering ke pembeli dan rumah kontrakan,” katanya.

Dedi menjelaskan, tersangka AJ bertugas sebagai kurir yang tak mengenal calon pembeli. AJ diperintah oleh TF yang berperan sebagai pengendali untuk mengantar barang ke lokasi yang ditentutan.

“Tersangka diberitahu lokasi pengiriman, plat nomor kendaraan serta ciri-ciri pembeli,” kata Dedi.

AJ, AN dan TF beserta sekitar setengah ton ganja yang belum diedarkan berhasil diamankan petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Selain ketiga tersangka, Direktu Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Arman Depari menyatakan, pihaknya masih memburu seorang berinisial Jul yang diduga sebagai pengendali sindikat ini.

“Sedang dilakukan pengembangan terhadap salah seorang tersangka berinisial Jul yang diduga mempunyai peran penting dalam sindikat ini. Jul kami deteksi ada di Sumatera Utara dan sekitarnya,” ungkap Arman.

Ketiga tersangka yang diamankan petugas dijerat pasal 111, 112, 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

“Tiga tersangka dikenakan pasal memiliki, menguasai sampai kepada memperdangkan atau pengedar. Dikarenakan ini narkotika tumbuhan dan lebih dari lima batang maka ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” tegasnya.